Pernah Bertemu dengan Orang yang Secara Terang-terangan Ngeledekin Kerjaanmu? Do this, Gengs!


Mengiyakan ajakan mengopi adalah sikap terpuji, maka itu lah yang saya lakukan pada malam itu. Mengiyakan ajakan mengopi dari teman lama yang hampir satu tahun tidak bertemu, pernah berbagi cerita pun tidak, karena pada dasarnya kami juga gak dekat-dekat amat.

Tapi mendadak, cappuccino dengan coffee beans Kerinci Natural yang rasanya enak banget karena ada rasa biskuit stroberi yang bersembunyi di balik sebuah kopinya, langsung buyar karena kehadiran teman saya ini. Saya jadi lebih sering menyeruput kopi sebagai bentuk alibi agar mulut saya lebih sibuk nyeruput kopi dibandingkan harus menjawab obrolan tersebut. Sedikit menyesal karena jadinya saya enggak menikmati kopinya, tapi bersyukur saya punya cara dalam menghadapi momen-momen yang tidak menyenangkan.

Dia lebih banyak bertanya tentang kesibukan saya, dan memang saya enggak banyak kesibukan. Ya cuma, ngeblog dan bikin video di Youtube. Secara terang-terangan dia bilang, "Emang blogmu yang baca berapa banyak? Aku juga gak pernah baca blogmu sih. Videomu terhitung jelek gitu kan."

Saya udah biasa ketemu orang yang bilang: aku gak pernah baca blogmu dan videomu jelek. Beberapa orang pernah melakukannya, jadi udah enggak kaget lagi. Setidaknya begini formula merespon saat bertemu dengan orang yang secara terang-terangan ngeledekin kerjaanmu:

Cara pertama menghadapi orang seperti ini adalah self-acceptance. Kenapa harus marah kalau dibilang fakta yang sesuai? Ya enggak? Jangan melakukan pengelakan dulu, terima fakta tersebut dahulu. Menerima diri sendiri bahwa memang ada di fase tersebut.

Sering saya bertemu orang yang 'ngeyel' pada kesalahan-kesalahannya. Hingga semakin konyol karena bangga melakukan kesalahannya. Ya gara-gara enggak mau dengerin orang. Sekarang, saya banyaaaaaak bersyukur karena sering bertemu orang seperti ini. Kalau kita enggak ada yang bilangin, nanti jadi orang keras kepala pada kekonyolan diri sendiri.

Cara kedua masih ada hubungannya 'kenapa harus menerima fakta yang benar'. Ketika ada orang mengkritik, gak papa lho, itu benefit buat kita! Hari ini, dia cuma bisa ngomentarin orang, tapi kita sedang sibuk berbenah. Hari ini mungkin masih buruk, besok udah pelan-pelan menjadi baik. Tapi hal ini harus dibekali bener-bener mau mendengar ya, bukan mengelak.

Cara ketiga merasa dijatuhkan dan down itu pasti. Bahkan saya sendiri perlu masa recovery yang cukup lama. Ya pernah lah menangisi kebodohan-kebodohan yang disadari orang lalu dikritik abis-abisan selama dua hari dan nangisnya drama abis. Manusiawi aja, apalagi saya emang cukup ekspresif dalam beberapa hal. Nah, ketika down, teman saya berpesan: ketika kita down, maka kita sedang belajar.

Ketika kita sadar kita bodoh, maka kita belajar kan? Beda ketika kita mati-matian mengelak. Kesadaran untuk perlu belajar lagi enggak akan hadir dan jangan sampai orang-orang di belakangmu menertawakan kebodohanmu karena udah tahu 'dibilangin mana bisa biarin aja kayak gitu'. 

Jadi dalam menghadapi masa-masa down ini, lakukan apapun yang kamu mau dalam waktu berjangka. Jangan terus-terusan, coba terus berpikir apa yang salah, apa yang perlu diambil dan apa yang perlu dibuang. 

Dalam hal ini, saya ngeblog udah 8 tahun, dan proses bisa nulis cepat hingga bisa setiap hari itu pake proses belajar dan waktu. Dan hati saya lebih nyaman dengan menulis meski saya tahu video itu lebih cepat pengaruhnya. Jadi saya santai aja kalau apa yang saya pelajari itu butuh waktu untuk jadi bagus, toh enggak semua hal perlu saya lakukan dengan benar-benar baik. Semoga nanti ada yang bisa bantu untuk teknis video kan?

Itu hal yang perlu diambil, kualitas emang belum baik, jadi sibuk lah berbenah.

Yang perlu dibuang, ketika dia bilang aku gak pernah baca blogmu. Ya gak masalah? Dia memang bukan target pembaca saya. Saya tahu saya menulis untuk apa kok. Pertama, kesenangan pribadi karena ini emang hobi saya. Jadi tanpa ada orang yang apresiasi atau orang yang terbantu pun, saya tetep seneng kok. Kedua, alhamdulillah ya ternyata ada yang baca dan memang dia bukan target pembaca saya. Ketiga, ya syukur meski sedikit ada kok manfaatnya baik dari segi profit dan benefit karena saya ngeblog. Jadi ada yang perlu dipermasalahkan, dan ada yang tidak.

Terus, jangan menganggap down itu buruk. Down, gak semangat, merasa gak mampu apa-apa dan segala hal yang pesimis itu wajar. Kalau ada yang lagi down, gak papa, semua orang pernah kok mengalaminya. Pertama memang enggak perlu being too hard to ourselves, yaudah diterima aja semua perasaan-perasaan sedihnya. Terus tinggal kita mau memberi waktu untuk menyelesaikannya atau tidak. Semangat terus, Gengs! Semoga artikel singkat kali ini bisa bermanfaat, ya! :) 

2 comments

  1. Tetap semangat berkarya megs, kalo kata mbak Selena Gomez tuh Kill 'em with kindness aja. Just chillax!

    ReplyDelete