Swab Test Bermasalah? COVID-19 Cuma Konspirasi? Bagaimana Cara Menyikapi Pandemi agar Tenang?

Hal yang paling melelahkan selama pandemi COVID-19 sebenarnya bukan hanya virus yang kita enggak tahu asal usulnya, dan cara mengobatinya. Tetapi soal bagaimana informasi hoax, misleading information, dan kabar burung lainnya juga bikin ikut capek.

Sedihnya lagi, informasi yang kayak gitu lebih mudah dibagikan di Instagram. Kenapa? Karena informasi yang hoax, misleading, dan kabar serupa lainnya itu 'terasa lebih make sense, lebih gampang aja dipercaya'. Kita juga jadi gampang nyalahin orang. Menyikapi pandemi paling mudah memang cari siapa yang salah, seakan-akan kalau sudah tahu yang salah semua bisa selesai.

Lebih mudah menghadapi COVID-19 tidak ada daripada percaya COVID-19 ada sehingga harus hidup tidak normal lagi. Atau kemarin sempat ada konten Instagram yang ramai dibagikan soal swab test selama ini bermasalah dan diakui oleh WHO. Padahal kalau dibaca lagi, ternyata bukan swab testnya yang bermasalah, tetapi ada terms & condition yang harus diteliti tim medis untuk dapat menghasilkan data yang konkret.

Lalu bagaimana cara menyikapi pandemi ini?

Baca lebih banyak, baca lebih detail

Orang bilang, udah lah capek kalau mengikuti berita COVID-19 mulu (padahal tetap mengkonsumsi berita hoax). Menurutku, justru virus baru harus diikuti informasinya. Aku sih membaca berita, twitter dokter (sejak pandemi ini makin banyak dokter terkenal di sosmed, sih, seneng banget), bahkan konspirasi sekalipun aku juga baca. Baca banyak membantu kita untuk mendapatkan informasi yang utuh, dari semua sisi, jadi belajar untuk berpikir mana yang masuk akal dan tidak.

Karena baca ini, aku juga jadi tahu bagaimana virus ini tersebar di indoor dan outdoor. Apakah vaksin sinovac beneran cuma 50% keampuhannya seperti yang diklaim Brazil, sementara Turki membuktikan hasilnya cukup tinggi, hingga 90%. Yang kayak gini lho yang harus dibaca, ya boleh lah sesekali baca klaim Presiden Brazil yang bilang vaksin Pfizer bisa bikin kamu jadi buaya darat. 

Lindungi diri sebaik mungkin!

Agak sulit kalau kita harus kerja di luar rumah, aku pun waswas karena suamiku juga harus kerja di luar rumah. Tetapi aku selalu berusaha ingetin jangan pernah buka masker sama sekali. Sama tiap malem pasti minum vitamin, selepas kerja dia bakal spray hidungnya dengan nassal spray, dan setiap mandi berkumur-kumur dengan obat kumur yang ada garglenya.

Untuk memastikan lagi, kalau sudah ada gejala, jangan takut untuk swab test, ya! Tetanggaku sudah ada yang kena, dia mulai khawatir karena enggak bisa mencium aroma apapun. Akhirnya secara mandiri dia swab test dan positif, jadi dia bisa lebih cepat isolasi mandiri dari istri dan anaknya. Jadi swab test ini berguna untuk menyelamatkan diri agar ditangani lebih cepat karena ternyata virus ini makin lama makin merambat kemana-mana (makin banyak penyakit bawaan), dan menyelamatkan keluargamu juga.

Cara menghadapi rasa bosan

Aku sih selalu makan yang enak hehe, jadi karena aku enggak bisa ngopi-ngopi kayak dulu, tiap hari sekarang pesan delivery food aja biar bisa cobain beragam makanan. Kadang juga makan di luar, tetapi jarang banget dan berusaha yang bener-bener jaga jarak dan outdoor. 

Aku enggak tahu sampai kapan kita harus melalui ini semua, tetapi semoga kita diberi kekuatan dan dilindungi oleh Tuhan ya. Optimis kita bisa menghadapinya dengan kuat! :) 

0 comments