Mengatur Waktu Jadi Kreator Konten (Instagram, YouTube, Tik Tok)

Bagaimana caranya bikin konten untuk keperluan pribadi ketika sebetulnya juga punya pekerjaan, bayi, dan juga perlu mengurus domestik rumah? Ini pertanyaan yang selalu kuhindari sebab aku tak pernah benar-benar tahu jawabannya sehingga sering ragu menjawab. Tetapi kali ini aku mencoba ingin membagikan caraku mengatur waktu jadi kreator konten.

STRATEGI WAKTU 01:

CARI WAKTU FOKUS

Pada strategi waktu aku mencari waktu yang membantuku benar-benar fokus untuk menuntaskan satu konten hingga upload, meski hanya memiliki 2-3 jam saja.

Instagram & Tik Tok

Untuk mengelola konten Instagram dan Tik Tok, aku tidak punya perencanaan yang rapi atau bahkan sesederhana daftar ide konten. Aku hanya meluangkan atau menyediakan waktu kosong meski hanya dua atau tiga jam, tidak selalu setiap hari juga, tetapi yang jelas di waktu itu impulsif saja penginnya bikin konten apa.

Aku tidak terlalu memerhatikan tampilan feed Instagram yang rapi, jadi bergantung hari itu terpikir bikin konten yang seperti apa. Kalau Tik Tok, sebab harus tampil depan kamera, biasanya aku sempatkan ketika aku sedang bikin video YouTube. Jadi selepas bikin video YouTube, kan masih dandan tuh, sekalian deh bikin video Tik Tok. Memang jadinya belum mampu rutin Tik Tok, tetapi aku tidak masalah karena Tik Tok bukan prioritasku.

YouTube

YouTube jadi platform yang cukup challenging, soalnya perencanaannya kudu rapi, seperti kapan mau bikin videonya, kapan ngeditnya, kapan upload-nya. Yang perlu dilakukan sangat banyak. Tapi berikut ini yang membantuku:

  1. Aku akan memilih satu hari khusus untuk membuat konten YouTube.
  2. Selama menunggu jadwal hari membuat konten, aku akan mencicil yang lain, seperti membuat rangkuman video dan berlatih bicara.
  3. Lalu aku akan mengedit kontennya lewat ponsel saja karena kalau harus duduk di depan laptop terus-menerus itu membuat proses pembuatan kontennya gak segera selesai karena aku juga harus menemani anakku.
Hal yang membantuku untuk rutin upload YouTube adalah mengingat aku ingin upload seberapa sering. Dulu sih aku penginnya 2 konten setiap minggu, tapi sekarang aku baru punya tanggung jawab baru di pekerjaan. Jadi aku perlu mengubahnya. Mengingat target membantuku untuk bersemangat, tapi jangan lupa membuat target yang masuk akal dengan kemampuan.

STRATEGI WAKTU 02:

CARI CARA CEPAT MEMBUAT KONTEN


Memotret dengan kamera lebih memakan waktu daripada memotret dengan ponsel. Ketika memotret dengan kamera, ada proses pemindahan file dan lain-lain. Aku akhirnya memilih mana jalan paling mudah untuk mengeksekusi ide konten. Aku mengabaikan keinginan membuat konten yang sempurna sebab aku tidak punya banyak waktu dan tenaga untuk melakukan itu. Sehingga aku memilih cara yang paling cepat.

Sejak melahirkan aku juga kesulitan untuk mengedit video di laptop menggunakan Adobe Premiere, jadi aku memilih pakai aplikasi ponsel bernama Inshot saja. Hasilnya mungkin tak sebagus Adobe Premiere, tetapi untuk saat ini aku mengutamakan: 1) yang aku sampaikan bermanfaat; 2) aku rutin upload. Sehingga kualitas konten yang sempurna aku abaikan dahulu.

Di sini aku juga berlatih untuk bisa membuat konten lebih cepat. Misalnya saja menulis blog semacam ini, aku akan menulis cepat saja, nggak banyak pertimbangan bagaimana tulisan baik semestinya dikerjakan. Pertimbangan semacam itu untuk menulis buku saja. Biasanya untuk blog atau caption, aku nggak begitu memikirkannya. Sebelum berlatih membuat konten yang sempurna, aku memilih berlatih membuat konten yang cepat lebih dahulu.

Tetapi untuk mampu mengerjakan dengan cepat nggak tiba-tiba bisa. Kemampuanku menulis dengan cepat dilatih karena aku bekerja sebagai Social Media Specialist dan dulu pernah menjadi Content Writer, jadi aku terpaksa berlatih menulis cepat karena harus berhadapan dengan deadline.

STRATEGI MODEL KONTEN

Mengerjakan konten yang sesuai idealisme pasti menyenangkan, tetapi aku sadar aku nggak selalu bisa melakukannya. Misalnya aku nggak bisa bikin video analisis buku mendalam setiap minggu. Maka aku akan membagi model konten setidaknya menjadi dua: 1) konten yang secara isi mudah dibuat; 2) konten yang mendalam.

Membagi model konten yang mudah dan sulit membantu mengatur waktu agar bisa membuat konten lebih rutin.

BAGAIMANA JIKA STRATEGI DI ATAS TAK BERJALAN SEBAGAI MANA MESTINYA?


Terkadang jadwal pekerjaan berubah, atau mungkin ada tanggung jawab baru yang perlu kita pegang, atau kemarin baru sakit sehingga perlu pulih dulu sehingga tak bisa mengerjakan konten apa-apa. Bagaimana menyikapinya, ya? Aku tidak gelisah dengan tak mampunya aku konsisten.

Kurasa aku cukup mampu untuk tahu kapan aku berhenti dari vakum. Setelah dihadapkan dengan kondisi seperti itu biasanya aku akan coba atur strategi waktu lagi, karena pasti strategi lama nggak bisa bekerja dengan tanggung jawab baru. Entah aku mengurangi target atau mengubah strategi lainnya.

Masalah mengatur waktu jadi kreator konten sudah kutulis, selanjutnya membahas apa lagi, nih?

Share:

0 comments