Akhirnya, Menemukan Kopi Enak di Perth, Australia


Perjalanan ke Perth, Australia pada Juni 2019 lalu sepenuhnya dimodali oleh Ayah saya yang saat itu sedang melakukan penelitian. Mengetahui Perth jelas jauh berbeda dari Melbourne, yang kalau mau ke satu tempat ke tempat lain nggak bisa bermodal dengan jalan kaki saja, saya sepenuhnya sadar tidak akan banyak bertamasya kedai kopi dalam perjalanan kali ini.

Setidaknya empat cangkir kopi yang pernah saya nikmati selama setidaknya lima hari di Perth. Dua kali menikmati cappuccino dan piccolo di Basement Cafe, Curtin University, satu cappuccino di DOME, dan yang akan saya ceritakan, salah satu pengalaman yang berkesan adalah saat pergi ke Riverside Bar & Restaurant.

Bar dan restoran tersebut berlokasi di Elizabeth Quay, di mana untuk mengunjunginya saya sempat menikmati perjalanan dengan kapal feri untuk menyebrang dengan harga yang begitu terjangkau (lupa harga tepatnya, yang jelas siapkan uang sen beberapa dolar).

Pengalaman ke Melbourne satu tahun yang lalu membuat saya tidak lagi lupa kalau ke Australia sebaiknya memesan piccolo saja. Sebab cappuccinonya selalu pakai bubuk coklat di atasnya. Oleh karena itu, saya memesan piccolo di Riverside Bar & Restaurant.


Sebelum memesan, saya melihat mereka memiliki dua pilihan coffee blend untuk espresso-basednya yang keduanya di-roasting oleh LOCALE. Pilihan pertama, Seasonal Blend, dengan tasting likes chocolate, raisin dan almond. Sedangkan yang kedua, Organic Blend, milk chocolate, stonefruit, dan nougat. Karena bosan sama cappuccino Perth yang selalu dominan coklat dan karamel, saya coba yang Organic Blend, berharap banyak kalau akan bertemu dengan tipikal kopi yang saya sayang seperti biasanya hahaha.

Meski tidak bisa menggambarkan dengan detail, tapi akhirnya berjumpa dengan kopi yang menyenangkan di Perth, yang rasa piccolonya gak dominan karamel saja. Senang! 

Ditambah suasananya yang berbeda, terlihat ya dari nama barnya, "riverside", memang suasananya 'pinggir kali' alias pinggir sungai. Tapi sungainya begitu luas sampai kita harus menyebrang, yang membuat saya mempertanyakan kembali apa perbedaan sungai, danau, dan laut. 

Meski lensa kamera saya di lokasi jatuh dan rusak, tidak masalah, sebab kopi yang enak selalu beri energi lebih *alasan untuk tetap tabah menjalani segala hal: kopi*. 


Lokasi:


4 comments

  1. Wah... Nyaman banget tuh ngopi di pinggir sungai, bisa bikin betah.

    ReplyDelete
  2. UDAH LAMA GAK MAIN KE SINI TERNYATA MASIH AKTIF AJA. *digebukin karena ngegas

    ReplyDelete
  3. Mantep banget content nya nih blog

    ReplyDelete
  4. Keren bgt ka mega websitenya. Pake wordpress kah?

    ReplyDelete