Lagi Berwisata di Anyer, Banten? Coba Bertualang ke Mercusuar Cikoneng

Foto ini dari coidcom.blogspot.com
Pernah ke Anyer sebelumnya? Nama "Anyer" terdengar bukan jadi tempat yang holiday goals banget. Berwisata di Anyer, Banten mungkin tidak ada di banyak benak orang. Tapi coba kita mulai dengan kata "Anyer-Panarukan", sudah mulai ingat sesuatu yang ada di kelas sejarah saat sekolah?

Ya, dahulu saat masa penjajahan Belanda, Daendels memerintahkan orang Indonesia "kerja paksa" dengan membangun jalan Anyer-Panarukan, mulai dari ujung Banten sampai ke Jawa Timur. Inget dong? Terhadap sejarah penting ini, ada beberapa orang yang memiliki opini bahwa katanya kita perlu bersyukur pada pemerintahan Belanda, sebab karena mereka kita punya jalur jalan Anyer-Panarukan ini. 

Tapi bagi saya, kurang bijak rasanya ketika kita bisa seenaknya mengucapkan "kita perlu bersyukur". Memang ketika tidak mengalami, kita merasa tidak ada hal buruk yang perlu dipusingkan. Kita lupa bahwa banyak orang yang harus mati, kesakitan, kelaparan dan segala rentetan penyiksaan karena kerja paksa.

Oleh karena itu, kalau kamu sedang berada di Anyer, kamu sebaiknya pergi ke...
Mercusuar Cikoneng di Pantai Mercusuar Bojong Anyer.

Mercusuar ini pertama kali didirikan untuk mengarahkan kapal-kapal yang berlayar di Selat Sunda. Menurut penuturan penjaga mercusuar dari blog yang saya baca, Mercusuar Cikoneng dibangun pada tahun 1806, tapi baru dijalankan 19 tahun setelahnya (1825) untuk proyek jalan Anyer-Panarukan. Sehingga mercusuar ini menjadi saksi bisu dalam sejarah kelam kerja paksa.

Foto dari anyerpedia.com
Ada sebuah ide jika kamu berwisata di Mercusuar Cikoneng, meskipun memang ini bukan mercusuar yang lama karena sempat hancur karena Gunung Anak Krakatau, tapi ini menjadi titik penting di mana kamu bisa membayangkan apa yang terjadi ratusan tahun lalu.

Pertama, masuk ke mercusuar untuk membayangkan apa yang terjadi di sini saat tahun 1800-an. Bahkan ada bagian dinding yang menjadi bekas tembakan meriam Jepang saat Jepang merebut Indonesia. Jangan lupa bawa kamera ya, ini bakal jadi photo story yang keren. Di balik adanyna jalan Anyer-Panarukan, ada sisa-sisa sejarah yang perlu kita ingat kembali.

Foto dari anyerpedia.com
Kedua, di mercusuar ini ada 18 lantai, pergi ke yang paling tertinggi untuk melihat pemandangan indah dari atas, atau pemandangan yang sedih? Sebab kita bisa membayangkan zaman dahulu banyak hal terjadi yang bisa kita lihat dari mercusuar tersebut. 

Ketiga, perhatikan bahasa-bahasa Belanda yang menyisa di mercusuar ini, detail-detail yang terjadi, dan abadikan dalam foto.

Keempat, sila bersenang-senang di pantai. 

Ya beginilah kalau kebanyakan baca historical fiction hahahahah, atau malah ini jadi salah satu kota yang akan jadi plot cerita dalam novelmu nanti? Wajib dong liburan ke sini untuk memaknai sejarah penting di Anyer, Banteng.

Mengingat sejarah penting ini membawa saya berkeinginan semoga ada kesempatan untuk bisa berada di tempat-tempat penting yang menjadi saksi bisu sejarah Indonesia. Membawa kamera saya, dan mengabadikannya dalam kumpulan foto bercerita. 


Kalau kamu bingung harus menginap di mana saat tujuan utamanya di kawasan-kawasan bersejarah Anyer, Banteng, kamu bisa coba mencari hotel di Anyer menggunakan pegipegi.com. Di sana kita bisa mencari hotel bukan hanya berdasarkan kota tujuan kita, tapi bisa berdasarkan landmark penting. Salah satunya kalau di Banten ada Pantai Carita, nah bisa deh tinggal dicari hotel di Anyer khususnya yang dekat landmark tersebut. Atau bisa juga kamu cari penginapan murah di anyer, atau mencari villa di anyer dan sesuai kebutuhanmu yang lain.

Dalam memesan hotel, pastikan lagi di maps, seberapa jauh dan durasinya dari tempat-tempat tujuan kita. Untuk double check aja dan membandingkan lebih jauh mana dari satu hotel ke hotel lainnya. Selamat berwisata di Anyer, Banten, ya! 

0 comments:

Post a Comment