Mampir Ke Whale and Co Bali untuk Bekerja, 15 Menit dari Bandara Ngurah Rai


Sekitar pukul enam pagi setidaknya saya harus naik motor untuk mengantarkan Mas Taufiq dari Denpasar ke Bandara Ngurah Rai karena ia harus kembali ke Tangerang. Di hari itu, saya juga sudah berniat harus mampir ke Periplus, tapi karena Periplus yang saya tuju baru buka sekitar pukul sepuluh pagi, saya berpikir.. harus mencari kedai kopi!

Siapa manusia yang ke Bali malah pergi ke kedai kopi dan toko buku? Manusia membosankan itu adalah saya, bernama Sophia Mega.


Saya tidak terlalu mengerti kedai kopi di Bali, yang ada di kepala saya hanya ada: Hungry Birds, Mitos Kopi, Red Spatula Coffee & Roastery, dan beberapa yang agak jauh dari bandara. Di saat yang seperti, google adalah jawaban. Dari sekian kedai kopi, Whale and Co Bali adalah kedai kopi yang sudah buka mulai pukul 08.00, dengan nama yang super gemes, nggak ragu lagi untuk berangkat hehehe.

Sebenarnya kedai kopi minimalis adalah konsep yang keren, tetapi ketika semua memilih konsep ini, agaknya merasa bosan juga boleh ya? Saat ke Whale and Co Bali, kedainya dipenuhi warna biru dan kuning. Tentu ada gambar paus-paus berwarna kuning yang menggemaskan! Rasa riang sudah terasa meskipun baru saja memarkirkan sepeda motor.

Agenda mengopi pagi itu sebenarnya bukan untuk Tamasya Kedai Kopi, tetapi memang untuk menunggu jam buka toko buku yang saya incar dan juga untuk bekerja. Ya gitu kehidupan orang yang kerjanya work from home. Literally kerja di mana aja, kerja kapan aja, kerja pas hari kerja, kerja pas liburan juga hahahaha. Jadi itulah sebab saya tak memotret banyak. Bar Whale and Co Bali saat saya datang meskipun masih cukup pagi sudah terlihat sibuk, suasana yang saya suka untuk sebuah bar kedai kopi.


Saya memesan cappuccino dan Organic Granola, meskipun tak punya bayangan Organic Granola isinya apa saja.


Untuk cappuccinonya (37.000 IDR) memang bukan tipe yang saya suka banget, yang rasanya lembut dan manis. Rasanya memang 'agak tebel' ya, tetapi tidak masalah, saya masih bisa menikmatinya. Kalau bahasa anak Malang, 'los, gak rewel' hahaha.

Ketika Organic Granolanya datang, saya cukup terkejut sebenarnya. Wah, ternyata oatmeal kalau dicampur dengan susu, diberi plain yoghurt dan buah-buahan enak banget ya? Saya sebenarnya tidak terlalu suka oatmeal, suka granola yang gede-gede gitu bentuknya. Satu mangkuk untuk seharga 47.000 IDR bagi saya cukup worth it, karena isinya banyak banget sampai bingung gimana cara menghabiskannya. Sejak mencicipi Organic Granola, saya kepikiran untuk membuatnya sendiri di rumah, meski nyatanya realisasinya nol hahahaha. Memang lebih enak rebahan daripada berusaha memasak sesuatu yaampun.


Ide yang bisa diculik dari Whale and Co Bali adalah ia menyediakan bagi siapa saja yang mau mengambil ampas espresso untuk body scrub! Biasanya teman-teman yang sudah dekat dengan kedai kopi tertentu, bisa dengan enteng meminta ampas espresso ke baristanya. Tapi dengan cara Whale and Co Bali, siapa saja jadi punya kesempatan untuk mencoba, dan jadi salah satu media mengenalkan proses pembuatan kopi.

Ah, satu lagi, hospitality mereka sangat menyenangkan, saya sempat ngobrol sedikit dengan baristanya yang ternyata juga sempat tinggal di Malang hehehe. Semoga bisa kembali mampir ke Whale and Co Bali! :)

Whale and Co Bali
Ruko Sri Kresna, Jl. Kresna, Seminyak, Kuta, Badung Regency, Bali 80361

 

0 comments:

Post a Comment