Buku tentang Feminisme yang Bisa Mulai Kamu Baca

Memahami feminisme ketika kita sudah terjebak pada dunia patriarkis memang sulit. Aku saat belajar feminisme pun juga sering berpikir, mengapa buku-buku ini selalu menyalahkan laki-laki? Hadeh, dasar produk patriarkis jadi enggak sadar bahwa ia seharusnya membela hak-hak asasi manusia perempuan yang selama ini didiskriminasi, bukan malah membela budaya yang seharusnya diluruskan.

Bahkan aku sendiri pun sering menjatuhkan perempuan saat tak mengenal konsep feminisme. Untungnya, ada teman yang mengingatkanku. Duh, kalau ingat-ingat masa itu, mohon ampun deh.

Syukurlah aku sudah belajar meski baru sedikit. Feminisme bukan soal perempuan melawan kodrat kok, lagian kodrat itu apa betul benar-benar ajaran agama atau tafsiran yang setengah-setengah dan belum kita pahami sepenuhnya? Feminisme hadir karena memang ada hak-hak gender yang selama ini jadi minoritas dan harus diperjuangkan. Seperti kasus perkosaan yang tak ada hukum yang benar-benar melindungi, pernikahan dini, hak pendidikan perempuan dan masih banyak lagi.

Aku dulu mulai belajar dari buku-buku fiksi alias novel, karena menurutku novel itu pas banget untuk melatih empati terhadap isu-isu khusus terlebih dahulu. Ketika empati kita sudah tergerak, rasanya kita lebih mampu belajar tentang isu-isu tersebut.

Novel tentang feminisme yang aku baca saat awal-awal mengenal feminisme adalah Entrok dari Okky Madasari, dan Tarian Bumi dari Oka Rusmini. Keduanya mengisahkan perjuangan perempuan di Indonesia, kalau Entrok tentang perempuan yang pada saat itu sangat ingin menggunakan 'bra' tetapi dihina oleh perempuan lainnya karena pada saat itu hanya orang-orang khusus yang menggunakan entrok atau 'bra'. Di dalam Entrok juga menceritakan beberapa generasi perempuan yang memiliki pandangan berbeda, tetapi nampaknya masalah diskriminasinya tak jauh berbeda. Sementara Tarian Bumi, aku jadi tahu tentang budaya hindu dan mengapa ada beberapa aspek yang begitu tidak adil.

Ulasan novel Entrok bisa diklik di sini.


Dua novel itu benar-benar memicu rasa penasaranku dan berlanjut membaca novel tentang perempuan lainnya seperti Gadis Pantai dan Midah: Simanis Bergigi Emas yang sama-sama menceritakan perjuangan perempuan dari Pramoedya Ananta Toer. Kalau Gadis Pantai, soal perempuan yang dipaksa menikah dengan priyayi. Sementara Midah, perempuan di Jakarta yang kabur dari keluarganya yang sangat agamis. Keduanya memiliki cerita yang membuat sadar bahwa selama ini perempuan begitu dirugikan.

Ulasan novel Gadis Pantai bisa diklik di sini.


Tapi novel saja emang enggak cukup. Penasaran dong dengan sejarah, teori dan pengertian feminisme itu sendiri? Akhirnya aku membaca buku non-fiksi yang cukup komprehensif dan mudah banget dipahami. Judulnya: Memahami Feminisme dari Nadya Karima M. 

Ulasan lengkapnya, sebenarnya sudah aku bikin di channel Youtube, coba tonton di bawah ya:


Tapi secara singkat, menurutku buku ini:

  • Cukup komprehensif membahas sejarah dunia dan sejarah Indonesia secara khusus tentang feminisme.
  • Pemahaman perjuangan feminisme dijelaskan cukup lengkap, sehingga bisa membantu pembaca untuk paham apa urgensinya feminisme.
  • Ada bagian yang memancing daya kritis, terutama soal saat penulis mengkritik bagaimana islam memandang gender. 

Jadi kalau kamu sedang mencari buku non-fiksi yang mudah dimengerti tetapi pembahasannya cukup utuh, kamu bisa baca Memhamai Feminisme. Namun kalau mau memulai membaca novel dahulu, bisa coba judul-judul novel yang tadi sudah aku sebut ya. 

Apakah kamu punya rekomendasi lainnya? Bisa beri komentar di bawah, ya!

8 comments

  1. Banyak karya sastra dan tulisan tentang feminisme yang ditulis dan mengangkat realita keidupan dalam bingkai pandang seorang perempuan. Isu feminisme dan kesetaraan gender memang hal yang perlu banget buat diangkat dan dibangun ke aware an nya di tengah masyarakat. Hal ini karena perempuan juga mulai banyak yang aktif dan ikut bersumbangsih di masyarakat. Banyak juga perempuan karir yang juga bekerja di luar sana. Hak mereka perlu didengan dan diperlakukan dengan benar. Superioritas gender adalah hal yang perlu sangat diperhatikan. Tulisan yang sangat menggugah mbak dan penuh dengan wawasan.

    Memulia bellajar dan mengenal feminisme dan membentuk pemikiran yang tepat tentang isu ini dengan mulai membaca karya adalah hal yang sangt bagus. Terima kasih untuk rekomendasinya :) Keep inspiring Mbak Shopie

    ReplyDelete
  2. Berbicara feminisme saya pribadi masih agak takut utk berpendapat. Namun saya jadi teringat dengan dosen Sosiologi di tahun 2000 awal beliau dijuluki dosen feminis oleh beberapa kakak kelas.

    ReplyDelete
  3. Sedang ikut belajar ttg feminisme jg. Tapi emang baiknya feminisme di sini baiknya bukan yg kebablasan ya. Karena temennya yg kek gt banyak sih. Poin utamanya, kesetaraan sesama makhluk Tuhan kan yaa. Jadi memang perlu kesayangan/mubadalah..

    ReplyDelete
  4. mkch banyak referensinya, nanti mau liat channel youtube nya juga ah, biar banyak tahu tentang feminisme ini

    ReplyDelete
  5. Aku pun masih belajar memahami makna feminisme itu apa. Alangkah baiknya paham sebelum sembarangan menghakimi orang lain yah. Udah paham pun sebenarnya siapalah kita sesama manusia kok menghakimi sesamanya. Tuhan juga bukan 😁

    ReplyDelete
  6. Pas pertama kali kamu post ini di Twitter, aku langsung buka Shopee dan order bukunya! Haha. Hal-hal tentang feminisme memang menarik banget, ya! :D

    ReplyDelete
  7. Bercerita tentang novel, itu menjadi PR saya dalam dunia penulisan. Buku-buku yang telah saya terbitkan berrupa ono fiksi. Tapi, kalau berbicara feminisme, saya nyerah ... :)

    ReplyDelete
  8. Terus berkarya dan tetaplah menginspirasi ya kak Mega 😊. Semangat

    ReplyDelete